“LONTARAK” SEBAGAI MEDIA PENGUNGKAP BUDAYA DAN SEJARAH MASYARAKAT BUGIS

Posted: 13 Juli 2010 in arsip, Tak Berkategori

“LONTARAK” SEBAGAI MEDIA PENGUNGKAP BUDAYA DAN SEJARAH MASYARAKAT BUGIS
(Oleh : Dafirah)

Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki koleksi naskah lontarak yang sangat banyak. Secara resmi telah tersedia dalam microfilm yang tersimpan di Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provisi Sulawesi Selatan sebanyak kurang lebih 4000 judul. Di Samping itu masih terdapat ratusan naskah lontarak yang disimpan oleh pemiliknya masing-masing.
Kandungan isi naskah tersebut beraneka ragam, seperti yang tertera berikut ini:
1. Catatan Harian
Catatan harian biasa juga disebut Lontarak Bilang berisi tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian yang terjadi pada suatu masa. Misalnya saja keadaan negeri, alam, cuaca, iklim, masalah pertanian Cara penulisannya mirip dengan Buku Agenda yang ada sekarang ini. Setiap lembar diawali dengan nomor satu dan berakhir pada nomor 31, 30 atau 29 dan 28. penomoran ini pertanda tanggal bulan berjalan. Pada bagian atas tertera nama bulan misalnya Bulan Januari, Februari, dan seterusnya. Penamaan nama bulan pada umumnya ditulis dengan menggunakan akasara Arab. Akan tetapi yang sulit dilacak adalah tahun terjadinya peristiwa, karena jarang yang mencantumkannya. Sebagai contoh
Jnuari
19 bosi silao aGi
19 bosi silaong anging
“19 hujan bersama angin”
pEbEruari
1, medec ritnEGE lem nkluku rieaelea
1 medeceng ritanengang lame na kaluku ri elee
1 baik jika menanam ubi dengann kelapa pada pagi hari
2. Kutika
Lontarak Kutika berisi tentang ramalan cuaca dan iklim bagi kaum petani. Lontarak Kutika biasa pula disebut dengan “Pananrang”. Lonatarak ini berisi tentang waktu-waktu yang baik atau pun tidak baik untuk melakukan penaburan benih, penanaman penih bahkan pada saat panen pun. Di samping itu lontarak ini juga bisa berisi tentang petunjuk bagi pelaut, dan nelayan. Dalam lontarak ini pula disebutkan mengenai posisi bintang, tanda-tanda laut yang banyak menyimpan ikan dan lain sebagainya.
3. Obat-Obatan
Lontarak ini berisi tentang tata cara pengobatan penyakit, ramuan obat-obatan yang dipergunakan serta resep-reseop obat.
4. Perjanjian
Ada beberapa perjanjian antar kerajaan yang terdapat dalam naskah lontarak. Perjanjian antara Bone dengan Gowa yang disebut “Sitettongenna Suddange Latte Arudini di Tamalate”. Perjanjian ini terjadi antara Daeng Matanre Karaeng Sombae dengan Botee Arumpone. Perjanjian tersebut berbunyi:
Nerko aEK pErina tnea riboen.mdauGi tsiea naol mKsea.nerko aEK pErin gow mkupElEai buluea naol toboen.tEsinwnw mjki.tEsiptiGrai kn.tEsipaoloai perw musu.boen gow.tEsicinaiy aulwE mts.ptol mleP.wrPr meag.yEsi soPErEGi tnea rigow.yEsi mnai ad toriaoloea.yEsi soPErEGi tnea riboen.yEsi maiGEkiiiai mnai ad toriaoloea.lEtu ripd torimuRin.niginigi tEmrieGr riad toriaoloea. mrEpai aurikurin lowlown pd tosa apuapun aitElo riagPEseG ribtuea tnn.
“narekko engka perina tanae Bone maddaungi tasiqe naolaMangkasae. Narekko engka perina Gowa makkupellei bulue naola to Bone. Tessinawa-nawa majaki. Tessipatingarai kana. Tessipaoloi parewa musu. Bone-Gowa. Tessicinnaiyang ulaweng matasaq pattola malampe. Waramparang maega. Yesi somperengi tanae ri Gowa. Yesi mania ada to rioloe. Yesi somperengi tanae ri Bone. Yesi maingekiwi mania ada torioloe. Nigi-nigi temarinngerang riada torioloe. Mareppai urikkurinna lowa-lowana. Pada tosa apu-apunna ittello riaggampessannge ri batue tanana:.
“jika Bone dalam kesulitan maka lautan akan berdaun untuk dilewati oleh orang Makassar. Jika Gowa dalam kesulitan maka gunung akan merendah untuk dilewati oleh orang Bone. Tidak akan saling menjahati. Tidak akan saling bersilat lidah. Tidak akan saling bermusuhan. Bone-.Gowa. Tidak akan saling mengingini emas murni. Turunan yang panjang. Harta yang banyak. Barang siapa yang memimpin Gowa maka dialah yang mewarisi ucapan orang terdahulu. Barang siapa yang memimpin Bone maka dialah yang harus mengingat warisan orang dahulu. Barang siapa yang tidak mengingat ucapan orang tua maka akan pecah pancinya, panic tanahnya ibarat telur yang dihempaskan di batu keadaan tanahnya”.
Selain itu ada pula perjanjian antara Soppeng dengan Gowa yang disebut “ Singkeruq Ceppae di Lamoggo”. Perjanjian berbunyi sebagai berikut:
“medecGi tpesaji tnea ri gow ntnaea risoep.tEsibwPwki.tEsiputmki adE tniy adE siemEGEn pua riaolot.nigi tEmriGEr riaulu adea yEni risEriProwo riedwtea.
“madecenngi tapasseajing tanae ri Gowa natanae ri Soppeng. Tessibawampawaki. Tessiputtamakki adeq taniya adeq sipomemengena Puang riolota. Nigi-nigi temmarinngerang riulu adae yeni riserimparowo ridewatae”.
“alangkah baiknya kalau dipersaudarakan antara Gowa dengan Soppeng. Tidak akan saling menyerang. Tidak akan saling memasukka adapt yang memang bukan adapt orang terdahulu. Barang siapa yang tidak mengingat perjanjian ini maka dialah yang akan disapu bak sampah oleh sang Dewata”.
5. Pesan
Naskah Lontarak yang berisi tentang pesan-pesan tokoh-tokoh terdahulu. Naskah tersebut sangat banyak dan sarat dengan petunjuk, baik berupa peringatan maupun tentang falsafah hidup.
Salah seorang tokoh yang sangat terkenal dalam masyarakat Bugis yang selalu disebutkan dalam naskah lontarak adalah “Arung Bila”. Arung Bila adalah salah seorang raja di daerah Soppeng yang sangat terkenal dengan pesan-pesannya. Salah seorang To Acca, cerdik cendekia milik orang Bugis yang hidup pada penghujung abad ke-16 di Kerajaan Soppeng adalah La Waniaga Arung Bila, (Ibrahim, 2003: 85). Selanjutnya Ibrahim (2003:85) mengatakan Tokoh La Waniaga Arung Bila adalah turunan langsung dari Arung Bila (yang tidak dikenal nama aslinya) yang memimpin 60 orang pemimpin kaum di Soppeng mengadakan perjanjian dengan To Manurung di Sekkanyili. La Waniaga diduga sebagai putera atau turunan Arung Bila Datu Soppeng yang mengadakan Perjanjian Tellumpoccoe di Timurung antara Kerajaan Bone, Kerajaan Soppeng,dan Kerajaan Wajo yang melahirkan Lamumpatue di Timurung. Pemikiran atau Pesan Arung Bila ini dapat ditemukan dalam kumpulan tulisan B.F. Matthes dalam Boegeneeschee Chrestomathie. Selain itu pesan-pesan Arung Bila juga dapat ditemukan dalam belasan rol naskah lontarak yang sudah yang tersimpan di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sulawesi-Selatan. Berikut beberapa kutipan Pesan Arung Bila yang diambil dari Naskah Lontarak:
1 mkEdtopi ppsEnn aru bil nyE riysEeG wnuw aEp mEKaiwi.esauwni adE ripaEsEri.mduwn wri riatutuai.mtElun rp ripnEnuGE.maEpn jCi tERiylupai.
“Makkedatopi pappasenna Arung Bila naye riyasenge wanuwa eppa mengkaiwi. Seuwani adeq ripaesseri. Maduwanna wari riatutui. Matellunna rapang ri pannenungeng. Maeppana janci tenriyalupai”
“Berkata pula pesan Arung Bila, adapun yang disebut negeri/kampung adalah yang memiliki empat hal. Pertama adapt yang kuat. Kedua “wari” yang terjaga. Ketiga “rapang” yang dilakukan secara berkesinambungan. Keempat janji yang tak terlupakan”.
2. mkEdtopi aru bil nyE wnuwea aEnEGi auwGEn.npoasEGi aoRo medec.esauwni aEKp arun.mduwn aEKp tomtown.mtElun aEKp auwea tuwon.maEpn aEKp guru srn.mlimn aEKp psn sibw asurEn.maEnEn aEKp sRon yerg tbin.
“makkedatopi arung Bila naye wanuwae ennenngi uwangenna.napoasenngi onrong madeceng. Seuwani engkapa arunna. Maduwanna engkapa tomatowana. Matellunna engkapa uwae tuwona. Maeppana engkapa guru saraqna. Malimanna engkapa pasana sibawa assurenna . maennenna engkapa sanrona yarega tabina”.
“berkata pula Arung Bila adapun sebuah negeri/kampung setelah memiliki enam hal barulah disebut sebagai tempat yang baik. Pertama kalau mem iliki raja/ pemimpin. Kedua kalau memiliki orang yang dituakan. Ketiga kalau memiliki mata air. Keempat kalau memiliki memiliki pimpinan syariat. Kelima kalau memiliki parsama serta ada tempat keluarnya. Keenam kalau memiliki dukun atau tabib”.
Nama lain yang sangat populer dalam masyarakat Bugis karena pesannya adalah Kajaolaliddong. Nama asli Kajaolaliddong adalah La Mellong To Suwale. Pesan yang beliau sampaikan terkandung dalam dialog beliau dengn Arumpone, berikut adalah beberapa contoh dialog tersebut.
“mkEdai aruPoen ag apoGEn acea kjao.”
“makkedai Arumpone aga appongenna accae Kajao”
“berkata Arumpone apa sumber dari kepintaran Kajao”
“mkEdai kjaollido lEPuea aruPoen”
“makkedai Kajaolaliddong lempue Arumpone”
“berkata Kajaolaliddong kejujuran Arumponr”
“mkEdai aruPoen ag sbin lEPuea kjao”
“makkedai Arumpone aga sabbinna lempue Kajao”
“berkata Arumpone apa saksi kejujuran Kajao”
“mkEdai kjaollido aobiea arPoen”
“makkedai Kajaolaliddong obbie Arumpone”
“berkata Kajaolaliddong seruan Arumpone”
“mkEdai aruPoen ag riiaiobirE kjao”
“makkedai Arumpone aga riobbireng Kajao”
“berkata Arumpone apa yang diserukan Kajao”
“mkEdai kjaollido aiyn riaobirE aruPoen.mkEdae aj mual tnEtnE tniy tnEtnEmu.aj mual wrPr tniy wrPrmu ntniyto mnmu.ajto mupsu etdo ntniy etdomu aEREeG aNrmu.ajto muwl aju ripseR ntniy aiko paseRai.ajto muwl aju riwEt wli ntniy aiko pEt wliai”
“makkedai Kajaolaliddong iyana riobbireng Arumpone, makkedae ajaq muwala tganeng-taneng taniya taneng-tanemmu. Aja muwala waramparang taniya waramparammu nataniyato manamu. Ajaqto mupassu tedong nataniya tedommu enrennge annyarammu. Ajaqto muwala aju ripasanre nataniya iko pasanrei. Ajaqto muwala aju riwetta wali natanniya iko mpetta wali”
“berkata Kajaolaliddong adapun yang diserukan Arumpone, adalah engkau jangan mengambil tanaman jika bukan tanaman kamu. Jangan mengambil harta benda jika bukan harta bendamu serta bukan warisanmu. Jangan pula engkau mengeluarkan kerbau jika bukan kerbaumu atau kudamu. Jangan pula engkau mengambil kayu yang sandar jika bukan engkau yang menyandarkannya. Jangan pula engkau mengambil kayu yang sudah dirapikan potongannya jika bukan kamu yang telah merapikannya”.
6. Rumah
Naskah jenis berisi tentang tata cara memilih tempat untuk mendirikan rumah, tata cara pemilihan tiang rumah, tata cara pemilihan waktu mendirikan rumah dan sebagainya.
Sebagai Contoh :
lotr abol
Lontarak Abbolang
aiynea powada-adeaGi nerko toml sukE bolea.lePn pktuwomu mual lebbirE pamu.nerko sukE skn iaiynritu riysE wEso.cpn aulu atiea ncpn wEdea ptEtoGi musukEai.
“iyanae powada-adengi narekko tommala sukeq bolae. Lampena pakkatuwommu muala lebbireng paamu. Narekko sukeq sakkana iyanaritu riyaseng wesso. Cappaqna ulu atie nacappaqna weddae patettongi musukeqi”.
“Inilah yang membicarakan bila membuat ukuran rumah, panjangnya raga hidupmu yang engkau jadikan kelebihan pahatmu. Bila ukuran lebarnya, itulah yang disebut Wesso, ujung ulu hati dengan ujung tenggorokan berdirikan lalu engkau ukur” (Hunaeni 2005: 247).
Naskah Lontarak rumah yang berisi tentang tanah yang baik untuk dijadikan sebagai tempat perumahan adalah:
pnEseaGi tn medeceG riyoRoai mbol limRupai.muln mpuetai tnea nmcEni baun.medec ritu riyoRoaiwi sauaininw pun bolea.riymesaiwi.
nerko mridiwi tnea nmcEni baun nmteR ri atn nmtun riaw medecGi ritu mbijaibijai pun bolea.medecton riybolai.mteR riaweG nmtun riatn nmcEni baun mbij bij pun bolea.mbijbij toai etdon aNrn—-
“Pannesaenngi tana madecennge riyonroi mabbola limnrupai. Mulanna maputei tanae namacenning baunna/ madeceng ritu riyonroiwi sau ininnawa punna bolae. Riyamaseiwi
Narekko maridiwi tanae namacenning baunna namatanre riattanna namatuna riawang madecenngi ritu mabbijai-bijai punna bolae. Madecetto riyabbolai. Matanre riawannge namatuna riattanna namacenning baunna mabbija-bija punna bolae/ mabbija-bijatoi tedonna, annyaranna…..
“Yang menjelaskan tentang tanah yang baik untuk mendirikan rumah ada lima macam. Pertama, jika putih tanahnya dan manis baunya maka baik untuk ditempati berisirahat oleh tuan rumah, diberkati.
Jika kuning tanahnya dan manis baunya dan tinggi bagian selatan dan rendah bagian utara maka baik, tuan rumah memiliki keturunan banyak. Baik juga untuk mendirikan rumah. Jika tinggi di bagian utara dan bagian selatan rendah dan manis baunya maka tuan rumah akan memiliki banyak turunan, berkembang pula kerbau dan kudanya……”.
7. Rapang
.Rapang (lontarak yang memuat Undang2 kerajaan. Mengatur hak dan kewajiban rakyat dalam peradilan. Rapang berarti juga yurisprudensi , yaitu sesuatu yang sudah menjadi keputusan pengadilan lebih dahulu yang selalu diikuti kemudian (Yatim, 1983:65)
8. Sejarah
Lontarak jenis ini biasanya berisi awal mula lahirnya sebuah kerajaan (penamaan sebuah tempat) yang disertai dengan raja pertama yang memimpinnya. Sebagai contoh adalah awal lahirnya , nama Wajo, Pammana, Tanete dan lain sebagainya.
aiynea surE pnEseaGi pmuln tenet
aEK bulu riyjn wnuwea pGi.naEKn esauw wEtu neaeR REGE topGiey.nlEtu emeR ricopon buluea riysEeG rijGjGGE.nuautmn riylEea naEKn nait blubu ecdi pEno auwea. mkEd nwnwni topGiea br aEK tau komaiey.nspni aEK toGEn nloloGE tau duw mlaibini.aEK mnumnu lutu riwwon.

Iyanae Sureq Pannesaenngi Pammulanna Tanete
Engka bulu ri yajanna wanuwae pangi. Naengkana seuwa wettu naenreq renngeng to pangiye, nalettu menreq ri copponna bulue riyasennge ri jangajangangeng. Nauttamaqna ri yaleqe naengkana naita balubu ceddi penno uwae. Makkeda nawa-nawani to pangie baraq engka tau komaiye. Nasappani, engka tongenna nalolongeng tau duwa mallaibini, engka manuq-manuq luttu ri wawona….

Inilah Tulisan Yang Menjelaskan Asal Mula Tanete
Ada sebuah gunung di sebelah barat kampung Pangi. Dan pada suatu waktu orang Pangi pergi berburu hingga di puncak gunung yang bernama Jangang-jangangeng. Masuklah mereka ke dalam hutan dilihatnya sebuah kendi terisi penuh dengan air. Berkata dalam hati orang Pang tersebut, barangkali ada orang yang mneteap di sini. Maka dicarinyalah dan ditemukannya dua orang suami istri, dan seekor burung selalu terbang di atasnya…..

aiynea surE pnEseaGi pmuln pmn kuaeatop asijjCin dtuea ripmn sibw topmnea
—-aiy riwEtu mdodonn puat dtuea ricin.tniy aupombusu riasEeG ljipmn. Npsipuluni tocinea.npsEGi mkEdea.iaiy kupsEGko ako tocinea mdodonea.nerko meta bj sGdi asEku muwsEGEGi tnt.podo aiy tos psoPu tiniao rimuRiku.nsmaiyo tomtowea ymnE.naiy tarimea ppsE duw mtow.esauwni mtowea lpnEnuGi.mduwn mtowea tosij.duw wtPnuw. Esauwni wtPnuw toaperwE.mduwn wtmpnuwea pliRuGi.duw suro ribet. Esauwni suroew towwi mduwn suroew toegy.tElu mcow esauwni mcowea riliPomj riysEeG topgoro.mduwn mcowea risbPru riysEeG topauji.mtElun mcowea rielPelP riasEeG towpuji.aiynro tomCEnGE eskuwea trim ppsE ripuat nsiturusiea tomeagea——–

Iyanae Sureq Pannesaenngi Pammulanna Pammana, Kaetopa Assijancinna Datue Ri Pammana Sibawa To Pammanae

……Iya riwettu madodonnana Puatta Datue ri Cina, tannia upomabusung riasennge La Jipammana. Napasipulunni to Cinae, napasenngi makkedae, iya kupasengekko iko To Cinae , madodonnae, narekko mateya baja sangadi, asekku muwasengengenngi tanata. Podo iyaqtosa passompung tinio ri munrikku. Nassamaiyo tomatowae iyamaneng. Naiya tarimae pappaseng dua Matowa. Seuwani Matowae To Panennungi, maduwanna Matowae To Sijaq. Dua watampanuwa, seuwani Watampanuwae To Appareweq, maduanna Watampanuwae Palinrungi. Dua suro ribate, seuwawi Suroe To Wawi, maduanna surow To Geya. Tellu Macoqa Su, seuwani ritaseng Macowae ri Limpo Majang riyasennge To Paggoro, maduanna Macowae ri Sabbamparu riasennge To Pauji, matellunna Macowae ri Lempa-lempa riasennge To Wappuji. Iyanaro To Mancenangeng sekuwae tarima pappaseng ri puatta nassiturusi to maegae……

Inilah Catatan Yang Menjelaskan Tentang Awal Mula Pammana Serta Perjanian Antara Datue Di Pammana Dengan Orang Pammana
………
Ketika Puatta Datue di Cina bukan membuatku yang bernama La Jicina sudah mulai tidak kuat dikumpullah orang Cina lalu berpesan, bahwa yang kusenkan kepada kalian, kalian Orang Cina saya sekarang sudah tidak kuat, jika besok lusa saya wafat maka namakulah yang engkau berikan kepada tanah ini, agar yang ini kujadikan sebagai penyampung kepada orang setelah aku. Dan setujulah semua orang tua. Dan yang menerima pesan adalah Dua Matowa, yakni Matowa To Panennungi dan kedua Matowa To Sija. Dua Watampanuwa, pertama Watampanuwa To Apparewek, kedua Watampanuwa To Palinrungi. Dua “Suro ri Bate”, pertama Suro To Wawi, dan kedua Suro To Geyak. Tiga Macowa keluar, pertama disebut Macowae di Limpo Majang bernama To Pagguru, kedua Macowae di Sabbamparu bernama To Pauji, ketiga Macoae di Lempa-lempa bernama To Wappuji. Itulah To Mancenangeng yang menerima pesan dari Puatta yang disetujui oleh banyak.

7. Cerita-Ceria Rakyat
Cerita rakyat yang ada dalam masyarakat Bugis memiliki aneka macam tema. Cerita Rakyat yang bertema perempuan misalnya I Daramatasia. Cerita ini mengisahkan bagaimana tokoh Daramatasia dalam menjalani hidup dan kehidupannya, mulai saat menuntut ilmu hingga ketika kawin dengan seorang ulama. Dalam cerita itu pula dijelaskan aturan perempuan yang telah bersuami. Serta bagaimana posisi orang tua setelah anaknya membangun rumah tangga sendiri. Selain I Daramatasia masih ditemukan cerita rakyat lain seperti Syekh Maradang, Indrapatara dan lain sebagainya.

8. I Galigo
I La Galigo merupakan karya sastra Bugis yang cukup unik dan panjang. Meskipun panjang akan tetapi karya ini tidak disajikan dalam bentuk utuh melainkan berdasarkan episode. Namun demikian hubungan antat episode cukup dekat sehingg mudah untuk dihubungkan. Karya ini pada awalnya menceritakan riwayat manusia pertama yang ada di bumi. Selain itu Naskah I Lagaligo memiliki keunikan dalam irama atau metrum; setiap segemennya memiliki empat atau lima suku kata.
9. Attoriolong
Naskah Lontarak Attoriolong berisi tentang silsilah raja yang disertai dengan uraian peristiwa yang terjadi ketika menjabat sebagai raja. Berikut adalah contoh lontarak Attriolong di Bone dengan Attoriolong di Wajo.
Contoh Attoriolong Bone,
aiynaea powdeaadeaGi tnea riboen aEREeG mKauea ri boen aKn ridpiea emKliG npau tomtowea

pslE mmuleG
tniy aupombusu aj kumwEdwEd tEkumtul powd asE toelb nsEkorEms esloeslowi an tolEbi aPl.ag kuwdsim emmE kuwinp lkElkEai wij sERim mKauea.
aiy ger puwt aru emeRea rigligo cgni.edn riasE aru.ag tEnsisEn sieyw ad tauew/siyeR belni tauew.siybEelbEela.edn adE apgisiy riysEeG bicr.riysEGi pitu tuturEn aitn ed aru eskuw toni aitn tEsisE tauew tEsieyw ad.tEekadE tEekbicr.naiymn nauGEaEK aru.naEK esauw aEsonsiaeR bel lEet ewroew.epwtoai tnea.riyasEGi sipsmkuw.naiy pjn lEet ewroew.eww tnea tko aEKmun tau rit tEto ritEGn pdeG sGimpuet.riysEni tomnuru.jjini siglu tauew tesantesan.naiy nsiturusi taumeagea masEeaGi tomnuru.npesauw tG tomeagea.naiy nsiturusi poekeG aeln lao ritauewro riysEeG tomnuru.ltuni kuriy mkEdni totEbEea.aiyn kilaoa riko lmrupE amesynkE ajn muwlj.mutudn ritnmu powtkE.ealomu ealo rikE. Psuromun kilaoai kipogau.namaun anmE nptromE muetyaiwi kietyaitoai. Erko moRomno rini naiko kipopua.

Iyanae Powada-Adaengi Tanae Ri Bone Enrennge Mangkaqe Ri Bone Angkanna Ridapie Mengkalinga Napau Tomatowae

Passaleng Mammulange
Tanniya upomabusung, ajaq kumaweddaq-weddaq, tekkumatula, powada aseng Toleba nasekkorammaqsa selo-sielowi anaq Tolebbi Ampala. Aga kuwassimang memeng kuwinappa lakkeq-lakkeqi wija senrima Mangkauqe.
Iya gare Puwatta arung menreqe ri Galigo Cagani, deqna riaseng arung, aga tennasisenna siyewa ada tauwe, siyanre baleni tauwe, siyabbeli-belliyang, deqna adeq apagisiya riyasennge bicara. Riyasenngi pitu tutturenna ittana deq arung sekuwa toni ittanna tessisenna tauwe siyewa ada, tekkeadeq tekkebicara. Naiya mana naungeq engka arung,naengka seuwa eso nasiyanre billae lettee weroe, mpewatoi tanae, riyasengi sipasang makkuwa. Naiya pajama billae letteq, wewa tanae, takko engka muwa tau rita tettong ri tenngana padange, masangimpute. Riyasenni To Manurung, jaini sigalung tauwe tasseanang-tasseanang.naiyana riassiturusi ritaumaegae masengenngi To Manurung. Nappaseuwa tannga to maegae. Naiya nassitursi pokengenng alena lao ri tauwero riyasennge To Manurung. Lettui kuriya, makkedani tau tebbeqe, iyana kilaoang ma riko la marupeq, amaseyanakkeng ajaqna muwallajang, mutudanna ri tanamu naikona powatakkeng, elomu elo rikkeng, naassuromuna kiolai, kipogauq. Namauna anammeng napattaromeng muteyaiwi, kiteyaitosi narekko monro mn mai rinni, naiyo kipopuwang.
Inilah yang membicarakan tentang tanah bone serta mangkau di bone hingga yang dapat didengarkan dari penuturan para orang tua
Pasal pertama
Jangan membuatku kualat, jangan membuatku lemah, tidak pula aku hina jika menyebutkan nama To Leba yang dipayungi, menyebutkan anak mujlia yang beralas permadani. Maka terlebih dahulu kumohon pamit untuk kjemudian menguraikan turunan Senrima Mangkau.
Adapun katanya Puwatta yang naik ke Galigo adalah penghabisan, tidak ada lagi disebut Arung, orang un tidak saling mengenal dan tidak saling menegur, manusia saling memakan, tidak ada lagi adapt apalagi yang disebut “bicara”. Disebutlah bahwa ada tujuh turunan lamanya tanpa Arung, dan selama itu pula orang tidak saling mengenal dan tidak saling menegur, tanpa adapt tanpa “bicara”. Dan barulah mulai ada Arung, pada syatu hari beriringan antara kilat dan gemuruh petir, tanah bergetar, kurang lebih selama seminggu. Dan ketika kilat gemuruh petir sudah berakhir, tanah berhenti bergetar, tiba-tiba terlkihatlah seseorang berdiri di tengah padang serba putih, disebutlah To Manurung, jadilah orang berkumpul sekeluarga demi sekeluarga. Adapun kesepakatan orang banyak untuk menyebutnya To Manurung. Orang banyak menyatukan pendapat, dan sepakat untuk menghadap kepada orang yang mereka sebut To Manurung tersebut. Sesampai di sana, berkatalah orang banyak, adapaun yang membawa kami kepadamu “la marupe” kasihanilah kami, janganlah menghilang lagi, duduklah di tanahmu, dan engkau mengahmbakan kami, kemauanmu kemauan kami juga, perintahmulah yang akan kami ikuti, yang akan kami laksanbakan. Dan meskipun anak kami dan karena pendapatmu untuk tidak menerimanya maka kami pun juga tidak menerimanya, jika kamu mau tinggal di sini, dan kamulah puang kami…
Contoh Attoriolong Wajo

pslE maEpea
n ltdPrEsi puw rimgltu tolai arum tow.tEnaueln sisEbu to wjo nkruGi. npwEkEri tnea riwjo.aiynea arumtow plEbriwi tnea riwjo.epskriwi.aiynea auGE ndaowi amli timuru pmn. Aiytonea auGE ndaowi briGE lPulE tntEG aujuPulu.npolilitoai aKn lroPo btulp.aiytonea arumtow auGE ndaowi gilirE aoti npoplili toai gKn eaeRk.npoplili toai gKn mriyo riyw siloelai eblok ecrowli awniyo.npoplilitoai ptPnuwea.aiytonea arumtow riwajo medec bicrn.sew aesn.sewai tautEbEn sew etdoeG. Sew aolokoloea.tEntuju bwE.sai atuaotuaon tau tEbEn.sew tnEtnEeG. sew buwn ajukju riyeR buan tEGnGo.aiytonea arumtow ebtai wjo riyj.aiytonea plriwi puw riloPiloPi.nsEpulotaun arumtow netpu wjo.ntElupulo taun tEto arumtow nmet.ntElutau ewlePl tnea riwjo.

Passaleng Maeppae
Na La Tanamparessi Puwang ri Maggalatung tolai Arung Matowa, tennaulenna sisebbu To Wajo nakkarungi. Napawekkeri tanae ri Wajo. Iyanae Arung Matowa palebbariwi tanae ri Wajo, pesakkariwi. Iyanae ungeq naddaowi Amali, Timurung, Pammana. Iya tonae ungeq naddaowi Baringeng, Lompuleng, Tana Tennga, Ujumpulu, napopalili toi angkanna Lamuru, napolalili toi angkanna Larompong, Batu Lappa. Iyatonae Arung Matowa ungeq naddaowi Gillireng, Otti, napopalili toi gangkanna Enrekang, napopalili toi angkanna Mariyo ri Yawa, silolei Belokang, Cerowali, Awaniyo, napopalili toi patampanuwae. Iyatonae Arung Matowa ri Wajo medeceng bicaranna, sawe asena, sawei tau tebbeqe, sawe tedonnge, sawe olokoloe, tennatuju baweng sai atuo-tuonna tau tebbeqe, sawe taneng-tanenge, sawe buwana ajukajung riyanre, tennganango. Iyatonae Arung Matowa betai Wajo ri yaja. Iyatona palariwi puang ri Lompi-Lompi. Naseppulo taunna Arung Matowa natepu Wajo. Natelluppulo taunna tettong Arung Matowa namate. Na tellu ttaung walmpelang tanae ri Wajo
.
Pasal Ke Empat
Dan La Tanampareng Puwang ri Maggalatung lagi menggantikan Arung Matowa. Kurang lebih seribu orang Wajo yang dipimpinnya, membesarkan tanah Wajo. Inilah Arung Matowa yang memekarkan tanah Wajo, melebarkannya. Inilah yang pertama memamsukkan Amali, Timurung, Pammana, juga Baringeng, Lompuleng, Tanatennga, Ujumpulu, sampai pada Lamuru, bahkan sampai Larompong juga menjadi palilinya, Batu Lappa. Ini juga Arung Matowa yang memasukkan n Gillereng, Otti, juga menjadi palilinya sampai Enrekang, juga mnjadi Palili sampai Mariyo ri yawa, Silole Belokang, Cerowali, Awaniyo. Juga menjadi palilinya Patampanuwae. Ini juga Arung Matowa di Wajo yang memperbaiki “bicara”, padi sbur, rakyat berkembang, kerbau berkembang demikian juga binatang. Kehidupan rakyatnya tidak ditimpa sakit, tumbuh-tumbuhan semua subur, pohon yang buahnya dimakan juga subur, tanpa adanya walangsangit. Ini pula Arung Matowa yang mengalahkan Wajo Barat. Ini juga yang memuat Puwang ri Lompi-lompi lari terbirit-birit. Sepuluh tahun menjadi Arung Matowa baru Wajo sempurna. Tiga puluh tahun menjadi Arung Matowa kemudian wafat, dan selama tiga tahun setelah beliau wafat Wajo tidan memiliki pimpinan.
9. Peperangan/Tolok
Lonntarak ini berisi tenntang peperangan yang terjadi di masa lalu. Tolok rumpaqna Suppa ( Tentang perang di Suppa), Tolok rumpakna Tanete (tentang perang Tanete). Berikut ini adalah sepenggal contoh naskah yang berisi toloq, yang berjudul tolok rumpakna Bone:
aiynea sure powdadeaGi riwEtun musu boen sibw koPniy bld rillEn tau 1905.aiy purea nkr aiml dea mebl an aorowenn aibli dea menb wijn pEt mtiRoea rimlimoGE…
“iyanae surek powadaadaenngi riwetunna musu bone sibawa kompaniya balanda rilalenna taung 1905. iya purae nakarang IMalla Daeng Mabela anaak orowanena I Bali Daeng Manemba wijanna Petta Matinroe ri Mallimongeng…..
“Inilah “surek” yang membicarakan tentang perang Bone dengasn Kompeni Belanda dalam tahun 1905. yang dikarang oleh I Malla Daeng Mabela anak laki-laki dari I Bali Daeng Manemba turunan dari Matinroe ri Mallimongeng……

I. Daftar Pustaka
Akhmar, Andi Muh. 2003. Toloq Rumpaqna Bone, Edisi Teks dan Kajian Kesastraan. Makassar: Masagena Press.
Aminuddin (ed.). 1990. Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: Yayasan Asih Asah Asuh.
Ali, Andi Muhammad. 1984. Rumpaqna Bone 1905. Watampone: Damai.
Bahrum, Shaifuddin (Penerjemah). 2006. Bunga Sibollo Kumpulan Sajak (Kelong ) Makassar. Makassar: Yayasan Baruga Nusantara.
Enre, Fachruddin Ambo. 1981. Sastra Lisan Bugis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Dep. P &K.
————————————.1983. Ritumpanna Welenrennge, Telaah Filologis Sebuah Episode Bugis Klasik Kuno (Disertasi) . Jakarta: UI
Ibrahim, Anwar. 2003. Sulesana (Kumpulan Esai Tentang Demkrasi dan Kearifal local. Makassar: Lephas

Matthes, B.F. 1872. Boeginesche Chrestomatie. Amsterdam: Spin.

Mattulada. 1985. Latoa; Suatu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis. Jogyakarta: Gajah Mada Universitu Press.

Nida. 1974. The Theory and Practice of Translation. Laiden: E.J.Brill

Paeni, Mukhlis. 2003. Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Sulawesi Selatan. Jakarta.

Rahim, A. Rahman. 1985. Nilai-Nilai Utama Kebudayaan Bugis. Makassar: Lephas.

Saransi, Ahmad. (Penerjemah). 2006. Arung Palakka Sang Pembebas. Makassar:Yayasan Baruga Nusantara.

Zainal Abidin, Andi. 1999.Capita Selekta Sejarah Sulawesi Selatan. Makassar:Hasanuddin Unibversity Press.

Yatim, Nurdin.1983. Subsistem Honorifik Bahasa Makassar Sebuah Analisi Sosiolinguistik. Jakarta: Dep.P&K Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan dan Pengabdian pada Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s