memulai usaha kecil

Posted: 13 Agustus 2010 in arsip, Tak Berkategori

Memiliki sebuah bisnis sendiri bisa sangat menyenangkan dan menegangkan karena adanya harapan pendapatan yang tidak terbatas oleh gaji bulanan sampai risiko hutang dan gagal yang sebenarnya bisa menjadi pemicu diri untuk sukses.

Berikut ini adalah garis-besar langkah awal memulai bisnis. Rincian setiap poin di bawah ini Insya Allah akan ditulis kesempatan berikutnya.

1. Niat

Mulailah dengan niat yang baik, seperti niat ingin membantu orang lain. Dengan cara ini Allah SWT akan membantu setiap langkah kita membesarkan bisnis. Jika kita perhatikan, perusahaan-perusahaan yang sukses dan bertahan lama adalah perusahaan yang produk atau jasanya membantu kehidupan manusia.

Memulai dengan niat untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya adalah satu hal yang salah karena hal itu adalah bentuk keserakahan. Krisis finansial yang sering melanda di Amerika Serikat seringkali karena banyak yang memandang bahwa keserakahan adalah suatu hal yang bagus. Memandang bahwa mengurangi pegawai untuk meningkatkan keuntungan adalah suatu kebijakan yang membahagiakan pemegang saham. Tetapi hasilnya adalah berbagai krisis yang menimpa.

2. Buat rencana bisnis

Tuliskan di selembar kertas atau di file komputer. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang bisa ditanyakan kepada diri sendiri:

a) Apakah bisnis yang akan dijalankan?

b) Apa keunikan bisnis kita dibandingkan dengan bisnis lain yang serupa?

c) Bagaimana cara mengatasi persaingan?

d) Apa nama perusahaan, nama produk dan nama jasa yang akan digunakan?

e) Siapa saja yang akan membantu mengelola bisnis kita?

f) Apakah ada bantuan pendanaan dari bank atau orang lain?

3. Buat rencana pengelolaan keuangan

Idealnya untuk rencana keuangan, kita meminta bantuan seorang akuntan. Hal ini terutama untuk meminta nasihat mengenai pajak. Tapi jika belum mendapatkan bantuan, sebaiknya cari tips tentang keuangan dan pajak di internet, surat kabar, majalah atau buku.

Pisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Ada istilah, uang itu ga ada saudaranya. Kesalahan ini banyak terjadi ketika uang milik perusahaan malah terpakai untuk berbelanja keperluan pribadi, hasil yang terjadi kemudian adalah masalah.

4. Siapkan kantor untuk bisnis Anda

Kantor tidak selalu berada di luar rumah, jika ingin memulai bisnis dari dalam rumah pun itu sah-sah saja, tetapi resikonya adalah kehidupan rumah dan kehidupan kerja akan tercampur.

Seringkali pertimbangan seseorang memiliki kantor di dalam rumah adalah karena masalah biaya sewa dan operasional yang belum memadai.

Jika memang ingin mengembangkan lebih besar, maka suatu saat harus mencari lokasi untuk kantor.

5. Buatlah sistem pendataan yang baik

Pendataan yang baik akan memudahkan kita memprediksi arah situasi lingkungan kita, hal ini penting karena jika prediksi kita benar maka kita bisa tahu kapan kita harus melakukan inovasi-inovasi produk.

Pastikan untuk selalu menyimpan segala transaksi dengan klien dalam bentuk arsip fisik (hardcopy) termasuk proposal, kontrak, invoice, jadwal kerja dan janji yang Anda anggap berkaitan dengan proyek tersebut. Ini juga termasuk pencatatan keuangan, bank statement.

Ketika menandatangani kontrak dengan klien, pastikan Anda mendapatkan salinannya dengan dua tanda tangan. Jangan melakukan kerja apapun tanpa kontrak yang jelas, karena secara hukum, Anda akan melaamai kesulitan untuk menagih pembayaran klien jika tidak ada bukti hitam di atas putih.
 
Memulai dari yang kecil dan sederhana

Seperti kata-kata terkenal Jack Welch dari GE, “Manage less is manage better”. Semakin kecil seharusnya pengelolaannya semakin mudah, dengan cara ini kecepatan kita mengubah strategi bisnis akan sangat baik.

7. Bergabung dengan komunitas bisnis

Selalu ada kesempatan dalam setiap persaingan. Kita bisa melihat bahwa para pengusaha pun memiliki asosiasi dan perkumpulan masing-masing.

8. Fokus dan konsisten

Donald Trump dalam salah satu bukunya menerangkan pelajaran berharga yang dia dapatkan karena tidak menjaga fokus bisnisnya. Sekitar akhir tahun 1980-an Donald Trump dikritik media massa Amerka Serikat dan memiliki hutang 9,2 Milyar US Dollar. Akhirnya dia bisa bangkit kembali.

Banyak perusahaan yang tidak bisa menjaga fokus bisnisnya justru malah menjadi tenggelam. Godaan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar memang cukup sulit diatasi. Rumput tetangga memang kelihatan lebih hijau daripada rumput di halaman kita. Ada juga yang mengatakan, “Kalau tidak fokus dalam bisnis tidak akan jadi apa-apa”.

9. Action

Ada pendapat bahwa untuk menjalankan bisnis harus dengan perhitungan matang, ada juga yang berpendapat jangan terlalu banyak mikir jalanin aja dulu nanti di jalan akan ketemu jalan.

Sebenarnya dua pendapat itu benar, harus dengan perhitungan tapi jangan sampai perhitungan tidak membuahkan tindakan. Sambil berjalan pun Insya Allah akan ketemu jalan, selama kita mau fokus, belajar dan terus berkembang, akan ketemu jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s